Ketika Hariku Seperti tak Memihakku

Pernah gak sih temen-temen ngerasa ada suatu hari yang kayaknya teh “apes” banget ceunah. Apes yang di maksud disini lebih ke apapun yang kita inginkan seperti tidak berjalan sesuai dengan apa yang sudah kita rencanakan, dari awal hingga akhir. Mungkin di setik itu juga rasa lelah, rasa capek, rasa kecewa , kesel bertabrakan saling mengisi relung jiwa dengan kasar. Tapi setelah kita bisa mendinginkan lagi isi kepala kita, ternyata banyak hal yang justru menyelamatkan dan mengajarkan kita berbagai hal.

Seperti ceritaku hari itu, hari ketika aku ingin sekali menonton sebuah acara televisi secara langsung. Aku memang tidak punya tiket, karena sebelumnya ada temanku yang sudah berjanji akan memberikan tiket , jadi ya aku tidak pesan tiket di hari sebelumnya. Tapi ternyata mendekati hari H, tiba-tiba dia bilang kalau dia tampil dan gak bisa dapet tiket, oh apa-apaan ini tau-tau bilang gak bisa. Tapi dia janji mau dapetin tiket lewat promosi sponsor yang hanya bisa di didapatkan jam 4-5 sore di depan gedung. Ketika hari H tiba, jam 5 sore tau-tau dia bilang kalo tiket nya abis karena dia gladi. Jujur nyesek banget sih, seperti gak niat atau emang beneran terjadi begitu. Jelas aku kesel bukan main, tapi aku tetap nekat datang walau datang ku sia-sia karena aku tetap tidak bisa nonton ehhe.

Cerita diatas mengajarkan ku suatu hal, sekali lagi berharap kepada manusia memang menyakitkan bahkan hanya tentang tiket begini saja menyakitkan apalagi dengan hal lain? (lah kok baper :’)). Kita emang makhluk sosial yang gak bisa hidup tanpa orang lain, tapi kita juga gak boleh bermanja-manja dengan mengandalkan, terlalu bergantung dan percaya kepada orang lain. Selama kita bisa berusaha meraihnya mah insha Allah ditolong Allah kalo kita sungguh-sungguh kan :). Walau kedatangan ku sia-sia tapi aku gak merasa kesal atau apa ketika pulang, karena aku sadar sekali mutlak akan ilmu yang aku dapat ini , jadi merenung sendiri yaudah gak bisa kesel karena yang salah diri sendiri juga, bersyukur karena di kasih Allah nikmat untuk berpikir dan menjernihkan pikiran.

Tapi cerita hari itu ternyata ada lagi, aku bersyukur sih tidak mengalami hari itu sendirian karena ada temen kerja yang menemani. Sesampainya di tempat, kami kelaparan ahirnya kami mencari rekomendasi tempat makan di situ lewat internet. Setelah menemukan hal yang diinginkan, kami langsung menuju ke TKP dan jujur sulit sekali menemukannya karena kami sudah muter-muter hampir 30 menit tapi tak kunjung lihat batang hidung nya, akhirnya kamu tanya ke Satpam dan ternyata tempat tersebut memang sudah tidak ada disitu lagi. Wah sabar-sabar, kemudian kami mencari lagi di internet dan yang terjadi adalah kejadian yang sama dua kali…. Ini agak aneh sih, sepertinya kita memang kekurangan cairan jadi gakbisa berpikir dengan jernih wkwk.

Seperti lengkap sudah ke ‘apes’an hari itu. Gak jadi nonton, abis itu laper eh malah cuma muter-muter doang sampe sejam lebih dan gak ada hasilnya , malah tambah laper. Kayaknya hari itu memang seperti tidak memihakku. Tapi setelah ku pikir-pikir, hal ini memberkan ku pelajaran untuk lebih sabar lagi dan legowo dalam menerima segala sesuatu. Muter-muter yang lama itu juga cukup bisa menghibur karena seanjang jalan melihat dan menghirup fresh nya udara . Berkat ini, juga jadi lebih irit karena akhirnya makannya cuma abis 15rb (malah beli kebab dan di dekat kosan pula) , makan biasa (ngerem hedonisme). Mungkin ini sebabnya sehingga pulang kerumah aku masih dalam keadaan tersenyum. Bersyukur memang jalan terbaik dalam menyikapi segala hal sih, gak perlu terlalu mikir apes atau gak di dukung oleh hari. Karena sebenernya apapun yang terjadi pada kita itu selalu ada nilai luarbiasa positif yang terkandung baik tersirat maupun tersurat.  Mari bersyukur untuk hari ini :), Alhamdulillah.

unnamed-4

 

Katanya Alay (?) Alay itu apa ?

Kesempurnaan, satu kata yang hanya mampu dimiliki oleh Dia yang Maha Kuasa.

Aku seorang wanita biasa dari keluarga sederhana, aku yang selalu berlaku apa adanya.

Aku yang tak pernah bisa berpura-pura menjadi wanita anggun seperti kebanyakan orang, karena emang nyatanya ndak anggun.

Aku yang tak bisa menyembunyikan kepolosan serta perasaan yang sedang aku alami, eh kecuali rasa sedih, biasanya kalo lagi sedih yang keluar justru ketidaknormalan

Baca lebih lanjut

Kopdar Obrolin Jabodetabek

Kopdar adalah Kopi buaya darat ! , eh kok ada buaya nya, ilangin ah kasian dibawa-bawa. Menurut wikipedia Kopi darat adalah sebuah istilah yang mengacu kepada ajang pertemuan antar sesama pengguna yang umumnya sudah saling kenal lewat radio, Internet, sosial media atau grup chatting. Nah, jadi hari Sabtu  tanggal 5 Agustus 2017 kemaren tuh sebuah grup Obrolin (ini adalah salah satu komunitasnya nya para blogger wordpress) lingkup kecil khususnya Jabodetabek kopdar- an gitu. Rencana ini udah di planing sekitar 3 -4 minggu sebelumnya. Baca lebih lanjut

Kamu

Dentang waktu berputar biasa, namun degup kencang jantungku tak terkontrol,

Semilir angin menerpa lembut, namun panas tubuhku tak luluh dibuatnya,

Kicauan burung lantang dan syahdu, namun indra dengarku tak ikut seksama bersamanya,

Langit indah dengan warna birunya, namun hatiku tak ikut sebiru hanya dengan melihat nya,

Ahhh aku baru sadar penyebabnya, ketika kedua bola mata kita bertemu .

Aku seolah larut dan tenggelam

Kamu adalah sebab yang berakibat ke dalam rasa bahagia

Kicauan burung tak mampu menggugahku, karena seisi indra dengarku sudah penuh oleh alunan suaramu.

Hati ku tak ikut biru seperti indahnya langit, karena kamu adalah satu-satunya biru yang sudah tertanam dari awal.

Tapi, rasa bahaga itu tak selamanya hadir, ia hanya numang sementara kemudian berlari jauh

Kenapa? apakah aku? ataukah kamu penyebab kali ini?

Aku tak bisa menjawab, berpikir pun tidak mampu

Ahhh ternyata kamu penuh dengan jeritan indah yang tak mampu ku jamah

Sudahlah , ku ingin lepaskan saja

 

Asa yang Maya

(Ini cerita fiksi tentangku, mari dengarkan aku ingin mengarangnya dengan bumbu-bumbu dan sedikit cerita nyata, biarkan tanganku mengetik apapun yang dia inginkan :D)

Aku tak pernah sekalipun berpikir untuk bisa suka/ menyimpan rasa dengan orang yang satu kumpulan denganku ,kumpulan dalam arti dimana kita bisa mengetahui segalanya tentang si doi. HAl seperti itu rasanya kurang seru karena tidak ada lagi rasa ingin tahu(dari awal). Membayangkannya pun rasanya aku risih sekali apabila harus suka dengan orang satu kelas (misal), dimana setiap hari kita bertemu dengannya dan melihat langsung kelakuannya , ahhh kurasa itu menyebalkan. Baca lebih lanjut

Biar lah orang berkata apa(?)

(Judul nya kaya lagu ya? siapa yang baca judul sambil nyanyi cung !, aku sendiri aj nyanyi sambil nulis 😀 ).

Teman-teman pernah kan nge ceng-ceng in temen? (apa ya kaya ngejodoh-jodohin orang adahal cuma buat dibecandain aja gitu). Nah , terkadang kita gak pernah mikirin perasaan temen kita gimana gak sih pas kita cengin kaya gitu? kadang muka mereka merah merona (pas ada si doi dan di cengin) malah di cie-ciein, padahal belum tentu dia suka loh, yang pasti dan jelas dia itu malu. Baca lebih lanjut